MISTERI KERINDUAN KPSI PADA SANKSI FIFA TERUNGKAP

Misteri Kerinduan KPSI pada Sanksi FIFA Terungkap

Misteri mengapa KPSI berniat merebut kursi pimpinan lewat kudeta KLB gagal pada pimpinan PSSI yang sah serta misteri lainnya tentang alasan logis dibalikKeluarnya Manifesto ke 7 KPSI yang intinya “jika perjuangan tidak berhasil (lewat sabotase & kudeta pada pimpinan PSSI yg sah)maka seluruh pendukung KPSI wajib berusaha agar seluruh Sepakbola Indonesia HARUS kena Sanksi, sehingga tidak hanya kelompok pro KPSI saja yang kena sanksi”mulai terungkap ke depan Publik Indonesia.

Ternyata ditemukan indikasi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan di organisasi sepak bola Indonesia era kepemimpinan Nurdin Halid dan Nugraha Besoes. Indikasi temuan penyimpangan berdasarkan Laporan Audit dari Delloitte (lembaga akuntan publik bertaraf internasional) yang digunakan PSSI era Djohar Arifin Husin untuk memperbaiki manajemen dan transparansi semuanya

Ketua Komite Audit Internal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Asril Oemry menyebutkan pihaknya akan terus mengusut dugaan tersebut dengan bantuan pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kerja sama antara BPKP dan PSSI, merupakan kelanjutan proses yang pernah terjalin beberapa waktu lalu. Selanjutnya jika ditemukan ada penyelewengan, akan diserahkan kepada pihak yang berwajib. Nurdin Halid disinyalir tidak transparan soal aliran uang masuk dan keluar, termasuk tidak adanya keterbukaan terkait dana yang didapat PSSI dari pemerintah, sponsor, maupun penggunaannya.

Ditemukan juga dugaan pencucian uang saat PSSI diurusi Nurdin Halid antara tahun 2009 sampai 2011. Modus Operandinya adalah seorang oknum mengirimkan uang lebih dari Rp20 miliar ke PSSI untuk membantu biaya kepelatihan di luar negeri, namun tidak ada uangnya. Selanjutnya tercatat PSSI mengembalikan uang ke oknum tersebut.

Terkait audit operasional PSSI era terdahulu maka Auditor BPKP tidak hanya mengaudit keuangan kepengurusan PSSI era Nurdin Halid, namun juga keuangan PT Liga Indonesia. BPKP juga akan akan memeriksa proses illegal dalam pengalihan saham PSSI di PT Liga Indonesia yang mencapai 99 persen kepada Klub-Klub ISL yang berjumlah 18 Klub yang (anehnya) hampir semua dikuasai atau dikendalikan oleh sebuah kelompok usaha yang terkait partai tertentu. Anehnya pengalihan saham dilakukan dalam RUPS yang tidak mengundang PSSI sebagai pemegang saham mayoritas (99%), kalau bukan manipulasi apalagi namanya kelakuan oknum-oknum binaan KPSI ini …

Anggota Komite Audit PSSI, Klemi Soebijanto menegaskan bahwa sesuai catatan di Kemenkumham PSSI masih sah sebagai pemilik 99 persen saham PT.LI. Adalah suatu ketidak benaran jika ada pihak yang mengaku saham sudah berpindah tangan sehingga PSSI hanya menguasai 1 persennya dan 99 persennya adalah milik klub. Berdasarkan bukti-bukti hukum yang ada PSSI berhak untuk melakukan audit dan meminta Rapat Umum Pemegang Saham PT.LI.

Kalau ada kemungkinan pencucian uang dalam operasionalisai PSSI lama dengan liga profesionalnya yaitu ISL yang sangat anti audit dan menolak pemberhentian APBD sebagai darah dari liga tersebut maka yang bertanggung jawab adalah pengelola PT.LI a/n bapak JD (sekjen KPSI) dan penguasa serta kingmaker PSSI selama NH dipenjara yaitu bapak NB, tentunya disamping sang tuan yaitu NH (mantan narapidana) sendiri

Mungkin Pencucian uang 20 milyar itu adalah uang “panas” hasil kejahatan masuk kas dan digunakan untuk pengelolaan sehari-hari lengkap dengan mark up untuk keuntungan pengurusnya. Serta kemungkinan ada praktek bagi hasil dengan jajaran PSSI diseluruh Indonesia (sehingga loyal sekali pada kelompok lama)…. Disisi lain uang dari pemerintah berupa dana APBN dan APBD akan dikembalikan pada pemasok uang setelah dipotong aneka pembagian keuntungan dari pencucian uang maka para pemasok uang mendapatkan dana yang sudah “dingin” atau “bersih karena sudah bayar pajak, serta masuklewat jalurperusahaan-perusahaan legal seperti perusahaan pengadaan, hotel, pemasok atau agen perjalanan dan katering yang mengeluarkan semua kwitansi secara sah (tentunya dapat komisi).

Dana “hitam” dan “Kotor”serta “Panas” setelah diputihkan dalam kegiatan operasional organisasi akan kembali pada pemasoknya senilai 50-70 % dari nilai awal…. tidak masalah bagi mereka karena uang itu sudah dingin dan bisa dinikmati secara legal, dana itu bersih karena merupakan “keuntungan”atau “bagi hasil” dari “perusahaan2″atau “rekanan2″yang bekerja sama dengan pengurus organisasi tersebut.

Asal dana gelap sebagai bahan baku pencucian uang bisa dari mana dan siapa saja bisa dari pejabat nakal, pengusaha hitam atau memang dari para calo proyek dan makelar bisnis jahat… Bisa dari ilegal logging, illegal fishing, korupsi pejabat dan DPR/DPRD, penyelundupan, penggelapan pajak, komisi jual beli, makelar pengadaan, travel biro, narkoba, perusahaan security, bank gelap, perjudian, pengaturan skor pertandingan, dll. makanya tidak heran menjadi pengurus organisasi PSSI (yang bebas audit) menjadi incaran banyak pihak….

Fenomena kejahatan berjamaah dimaklumi karena pengurus PSSI lama demikian berkuasa dan demikian kuatnya sehingga mereka berasumsi akan selamanya menguasai sistem ini, dimana pemimpin boleh ganti namun sistem ini mereka pelihara turun temurun lewat Jaringan Klub-Klub ISL yang sebagian besar dikuasai mereka (secara keuangan, kepemilikan, politik atau pengaruh), Jaringan Pengurus Propinsi PSSI (dapat bagi hasil cukup besar serta kekuatan politik), Jaringan wartawan & media cetak (tabloid bola & koran) dan yang dapat insentif, baik dana atau iklan serta media TV yang dikuasai mereka, dan yang terpenting Jaringan suporter bola yang pengurusnya dapat insentif dari mereka.

Sesungguhnya kekuatan rezim lama masih sangat kuat setelah lengsernya mantan Ketua Umum NH dan mantan Sekjen NB, sehingga system sepakbola korup masih terjaga. Prof.Djohar Arifin dibiarkan terpilih dengan asumsi pengurus PSSI baru juga bisa dibeli seperti masa lampau. Walhasil saat pemimpin PSSI baru menolak untuk dibeli maka system ini jadi kelimpungan, Rasa percaya diri dan kekuatan besar namun mengangap remeh ketertiban administrasi dan audit jadi kelemahan mereka. Maklum terbiasa semboyan dengan uang semua bisa diatur. Mengakibatkan jadi seakan buta dan tuli serta bebal (buta dan tuli dalam pikiran), mereka beranggapan orang lain tidak tahu atau tidak perduli, selain itu beranggapan organisasi atasan PSSI seperti AFC dan FIFA juga tidak tahu atau tidak perduli selama “setoran”lancar…..

Namun masa Bulan madu pasti berakhir karena beberapa tahun terakhir mulai bergulir reformasi dalam FIFA untuk menghentikan aktivitas hitam mafia sepakbola termasuk perjudian, pengaturan skor dan korupsi serta pencucian uang. Makanya audit dan taat aturan menjadi syarat mutlak sebuah federasi, liga dan klub sepakbola.

Jelas huru-hara PSSI ini bukan akibat tindakan PSSI Prof.Johar cs saja karena jaman telekomunikasi bebas dan murah serba internet begini orang AFC dan FIFA nggak buta, tuli dan bebal (buta tuli pikiran) , sehingga mereka sudah tahu semua informasi dan sepak terjang PSSI lama yang sangat didukung sistem sepakbola korup Indonesia. Wajar dan tidak mengherankan saat ada kesempatan pergantian pengurus PSSI maka AFC/FIFA langsung memerintahkan keharusan menerapkan berbagai aturan dan larangan dari AFC/ FIFA untuk menghapus sistem koruptif yang lama.

Jadi program pembersihan sistem koruptif dalam kepengurusan federasi dan liga profesional Indonesia adalah kehendak dari AFC/FIFA, dan PSSI hanya alat pembersihnya, buktinya semua keramaian ini berakhir dengan sampai saat ini status keabsahan KPSI praktis Ilegal 100% dan keabsahan PSSI tetap legal 100% (diakui sah oleh KONI,KOI, Kemenpora, Kemendiknas, AFC/FIFA, CAS,dll). Kuatnya FIFA terbukti dengan tidak ada satupun dokumen atau badan yang menyatakan KPSI itu eksis, kecuali dimata para penyembahnya termasuk pengurus klub-klub ISL yg merupakan bagian dari sistem koruptif dan manipulatif untuk mempertahankan kendali kekuasaan di persepakbolaan Indonesia (cara demokratis lewat KLB, cara kasar lewat sabotase kegiatan pembinaan dan kompetisi di kalender PSSI, penyanderaan pemain Timnas dan teror serta propaganda mediamassa)

Para penabuh genderang Tarian Sesat PSSI lama yang diwakili oleh KPSI ini pasti sangat ngeri akan terbongkarnya praktek koruptif dan manipulatif nya selama menyalahgunakan roda organisasi PSSI. Demi kepentingan pribadi dan kelompoknya tanpa perduli ketiadaan prestasi PSSI selama bertahun-tahun…..semata-mata hanya demi uang …uang…uang…..dan kekuasaan.

Tidak heran pimpinan KPSI dan penyembahnya selalu berupaya mensabotase program PSSI, namun karena makin terpojok nampak jelas tidak bisa menyembunyikan keinginan dan kerinduan akan jatuhnya Sanksi FIFA bagi Sepakbola Indonesia agar kelakuan masa lalu dan masa kini mereka yang sesat tidak terungkap.

Anehnya meskipun KPSI amat sangat merindukan Sanksi FIFA namun KPSI tetap menginginkan bagaimana caranya tidak mau menjalani sendirian dan menginginkan stake holder sepakbola Indonesia lainnya harus kena sanksi FIFA juga. Benar-benar TERLALU….!!!

sumber : http://olahraga.kompasiana.com/bola/2012/05/03/misteri-kerinduan-kpsi-pada-sanksi-fifa-terungkap/

Perihal ighoen
jadikan hidup lebih bermanfaat menuju akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: