Pemenang Nike The Chance Indonesia memperebutkan tempat di Nike Academy, klub top Inggris Arsenal.

Oleh Agung Harsya (goal)

Garuda Di Dadaku - Bhinneka Tunggal Ika - Indonesia (GOAL.com / Nike) 

Garuda Di Dadaku – Bhinneka Tunggal Ika – Indonesia (GOAL.com / Nike)

Melalui proses seleksi yang diselenggarakan beberapa tahap, Indonesia memberangkatkan Muhammad Guntur Triaji sebagai wakilnya untuk mengikuti final Nike The Chance internasional di London, Inggris, Januari 2011.

Siswa Diklat Ragunan berusia 17 tahun itu terpilih menyisihkan 29 kandidat peserta lainnya dalam final program Nike The Chance Indonesia. Program tersebut adalah kegiatan mencari bakat yang belum terasah pada rentang usia 17-24 tahun sebagai bagian dari kampanye global Nike, Write The Future.

Ketua panel pelatih seleksi, Rahmad Darmawan, menyebutkan tiga finalis sebagai peserta terbaik dalam Nike The Chance Indonesia. Selain Guntur, terdapat pula Asep Barlian, pemain SSB Urakan berusia 20 tahun, dan Fandi Eko, 19 tahun, putra bekas pemain tim nasional Indonesia dan Persebaya Surabaya, Yusuf Ekodono.

Rahmad menyatakan, salah satu kriteria yang membuat Guntur terpilih karena kemampuannya bermain di berbagai posisi. Setelah pengumuman, Guntur mengaku bersyukur.

“Senang sekali. Apalagi bisa berangkat ke Inggris, bertemu dengan pemain idola, dan bisa merasakan dilatih Arsene Wenger,” ujar penggemar Cesc Fabregas ini dengan wajah sumringah saat ditanyai wartawan.

“Saya bangga bisa mewakili Indonesia. Mudah-mudahan saya bisa bersaing dengan wakil negara lain dalam babak final di London nanti serta memperebutkan tempat di Nike Academy.”

Sempat bermain sebagai striker saat menekuni sepakbola, Guntur juga mampu mengisi posisi bek kiri dan gelandang sama baiknya.

“Sebenarnya saya lebih memilih bermain sebagai bek kiri karena kaki kiri saya lebih kuat,” ujar remaja kelahiran 30 Juli 1993 ini.

Guntur adalah putra ketiga dari pelatih panahan asal Bandar Lampung, Puryoto, yang pernah membawa tim panahan Indonesia meraih medali emas SEA Games Kuala Lumpur 2001. Guntur juga menjadi anggota skuad PSBL bandar Lampung U-18 di Piala Suratin tahun lalu.

Proses seleksi final juga dihadiri oleh Bambang Pamungkas. Sebelum tahap final dimulai dengan laga eksebisi tim pilihan Nike The Chance melawan tim Universitas Negeri Jakarta, striker timnas Indonesia itu menyampaikan pesan.

“Jangan pernah berhenti bermimpi. Selamat kepada yang terpilih. Bagi yang belum, jangan berkecil hati karena mungkin masih ada kesempatan yang sama baiknya menanti kalian,” ujarnya.

“Program ini menunjukkan upaya untuk memajukan sepakbola Indonesia. Mudah-mudahan melalui program ini, bakat remaja Indonesia bisa terpantau.”

Kini Guntur memiliki waktu tiga bulan persiapan sebelum terbang ke London untuk menjalani seleksi final Nike The Chance internasional.

Perihal ighoen
jadikan hidup lebih bermanfaat menuju akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: