Densus 88 Arogan Di Medan, IPW Minta Kapolri Disidang

Muslimdaily_** Indonesia Police Watch (IPW) mengecam keras tindakan arogan Densus 88 Polri kepada aparat TNI AU di Bandara Polonia Medan. IPW khawatir, tindakan arogan itu bisa memicu bentrokan tajam antara aparat TNI khususnya AU dengan Polri secara jangka pendek.

”Konflik ini juga berpotensi berkelanjutan antara aparat tingkat bawah TNI-Polri,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Rabu (22/9).

Menurut Neta, Densus 88 seharusnya menyadari, secara hukum konvensi internasional, semua pihak dilarang membawa senjata ke dalam bandara. Bahkan, imbuh dia, bagi aparat yang membawa senjata harus melalui pmeriksaan keamanan bandara. “Sebagai penegak hukum, Densus 88 juga harus taat hukum dan tidak arogan dengan mengatasnamakan misi operasi negara,” jelasnya.

IPW juga memprotes kehadiran pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam operasi Densus 88. Kehadirannya, nilai Neta, sudah melampaui wewenangnya. Untuk itu, IPW mendesak DPR harus memanggil Kapolri dan memprotes arogansi Densus 88 yang bisa merusak kesatuan dan kekompakan TNI-Polri selama ini.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pun sebelumnya mengakui ada masalah prosedural yang dialami Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes polri saat memasuki Bandara Polonia Medan, Senin (13/9). “Kalau ada beberapa masalah di lapangan, tentu itu terjadi karena memang tidak semua orang paham karena kami diburu waktu” kata Kapolri.

Karenanya, Kapolri mengaku akan akan berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Udara terkait persoalan prosedural di Bandara Polonia Medan.

Peristiwa itu dimulai ketika ada 20 personil Densus 88 Mabes Polri berjalan kaki memasuki kawasan Bandara Udara Polonia Medan untuk menaiki pesawat carter melalui Pos Golf Bravo. Kawasan itu tidak terbuka bagi sipil.

Anggota TNI AU yang bertugas keberatan. Para petugas TNI AU ini meminta para anggota Densus 88 masuk melalui terminal keberangkatan atau VIP Room Bandara. Namun para anggota Densus berkukuh dengan alasan demi tugas negara.

“Kamu tahu, di depanmu itu jenderal bintang tiga,” tulis Prajurit Kepala Didik Suprihatin menirukan salah satu anggota Densus 88. Kala itu ia ditemani petugas pengamanan bandara, Joko Santoso.

Didik akhirnya melaporkan kejadian itu ke Komandan Lanud Polonia Medan. Surat Nomor B/137/IX/2010/Lanud Medan itu ditembuskan kepada Komandan Satuan POM Lanud Medan dan General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Polonia.

Laporan dari bandara akhirnya ditindaklanjuti. Komandan Pangkalan TNI AU Medan menyurati Kepala Kepolisian Sumatra Utara memprotes insiden itu.

Kronologis Insiden di Lanud Polonia

Berikut kronologi ulah para anggota Densus 88 di Pos Golf Bravo Bandara Polonia Medan. Kronologi ini disampaikan secara resmi Pangkalan TNI AU Medan sebagai lampiran dalam surat protes Komandan Pangkalan TNI AU Medan kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno tertanggal 16 September 2010.

Kronologi ini berjudul ‘Kronologi Kejadian di Pos Golf Bravo Bandara Polonia Medan’. Berikut kronologi selengkapnya seperti fotokopi lampiran yang diberitakan detikcom, Senin (20/9/2010): 

Pada hari ini Senin, tanggal 13 September 2919 sekira pukul 15.20 WIB, pada saat saya (Praka Didik S) sedang bertugas jaga di Pos GB (Golf Bravo) Bandara Polonia Medan bersama dengan seorang Security Angkasa Pura atas nama Joko Santoso.

Datang rombongan sekitar 20 orang dengan berjalan kaki yang tidak kami kenal hendak masuk area Airside Bandara Polonia Medan. Kemudian saya menanyakan keperluan kepada rombongan tersebut, lalu salah satu dari mereka menjawab ‘mau naik pesawat’ lalu kami arahkan ke mereka “bila ingin naik pesawat, harus melalui terminal keberangkatan atau VIP Room Bandara Polonia Medan”. Namun mereka tetap ingin masuk melalui Pos Golf Bravo untuk naik pesawat dan mereka terap bersikeras dengan alasan misi operasi negara dan saya tetap melarang rombongan untuk masuk melalui Pos Golf Bravo. Lalu salah satu dari mereka lagi menjawab “Kamu tau yang di depanmu itu Jendera bintang tiga”. Lalu saya menjawab “Siap mohon ijin, karena kami tidak ada tembusan atau pemberitahuan sebelumnya. Saya hanya menjalankan prosedur sebagai petugas jaga di Pos Golf Bravo”.

Namun mereka tetap berjalan masuk melewati Pos Golf Bravo. Lalu salah satu dari mereka mengatakan “Kamu jangan menghalangi misi operasi negara”. Kemudian Security Angkasa Pura atas nama Joko Santoso melaporkan kejadian tersebut kepada Danton Security atas nama Jumadi.

Demikianlah kronologi ini dibuat dengan sebenar-benarnya sesuai dengan kejadian tersebut. Kemudian ditutup dan ditandatangani pada hari dan tanggal seperti tersebut di atas.

Laporan kronologi ini disusun anggota TNI AU Praka Didik S kepada Dan Lanud Medan. Kronologi ini ditembuskan kepada GM PT AP II Bandara Polonia Medan dan Dansatpom Lanud Medan.

Perihal ighoen
jadikan hidup lebih bermanfaat menuju akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: