Susno Layak Jadi Kapolri Baru

Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Umum, Komisaris Jenderal Susno Duadji, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (foto: solopos.com)  

Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Umum, Komisaris Jenderal Susno Duadji, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (foto: solopos.com) 

JAKARTA (Berita SuaraMedia) – Anggota Komisi III DPR RI Nudirman Munir mengungkapkan bila calon Kapolri saat ini jangan hanya terpaku dua nama, yaitu Komjen Pol Nanan Sukarna dan Komjen Pol Imam Soedjarwo. 

Mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji juga dinilai layak menjadi Kapolri. “Presiden harus tampung aspirasi masyarakat. Kenapa tidak Susno Duadji, yang jelas upayanya untuk memerangi korupsi meskipun saat ini ia sedang dikriminalkan,” ungkap politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta. 

Ia berharap, Presiden berubah pikiran dengan mengusulkan lebih dari satu calon Kapolri. “Kalau hanya satu, DPR RI hanya jadi tukang stempel saja. Kalau lebih dari satu, tentu kami ada pembanding untuk mencari yang terbaik dari yang baik,” katanya. 

Mencuatnya kabar kedekatan Komjen Imam Soedjarwo dengan keluarga Cikeas, menurut Nudirman itu bukan masalah utama karena nanti akan masuk ke Komisi III dalam fit and proper test. 

“Saya yakin Imam Soedjarwo punya kemampuan, Tapi kami bisa melihat apakah dalam perjalanan karier ada noda-noda hitam, pasti dalam fit and proper test nanti akan kelihatan,” katanya. 

Dalam bursa calon Kapolri saat ini, ada dua nama yang mencuat yaitu Nanan Sukarna dan Imam Soedjarwo. Kedua nama itu saat ini sudah berada di tangan Presiden untuk selanjutnya diteruskan ke DPR RI. 

Sementara itu, mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Umum, Komisaris Jenderal Susno Duadji, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

“Paling cepat kamis atau Jumat pekan depan,” kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Artha Theresia, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Menurut dia, hari ini berkas Susno diserahkan ke Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Paling cepat dua hari, kemudian dibentuk majelisnya,” imbuh Artha. Setelah majelis ditunjuk, kata Artha, baru ditentukan persidangan perdana jenderal bintang tiga itu. 

Kemarin, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melimpahkan berkas perkara Susno Duadji ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kejaksaan menyerahkan dua berkas Susno dalam satu dakwaan. Berkas pertama terkait keterlibatan Susno dalam dugaan penerimaan suap PT Salmah Arwana Lestari sebesar Rp500 juta. Uang itu diduga diterima Susno melalui Sjahril Djohan. 

Sedang dalam kasus dana pengamanan Pilkada Jawa Barat terkait penggunaan dana pertanggungjawaban hibah dari pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2008 oleh Polda Jawa Barat. 

Susno diduga melakukan pemotongan anggaran dana pengamanan pemilihan gubernur Jawa Barat tahun 2008 yang berasal dari dana hibah pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat senilai Rp8 miliar. 

Perihal ighoen
jadikan hidup lebih bermanfaat menuju akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: