15 Klub Diklaim Ikut Liga Primer Indonesia

Liga Primer digulirkan dengan mengadopsi kompetisi di Eropa.

Oleh Donny Afroni

17 Sep 2010 22:16:00

Persebaya Surabaya - Persija Jakarta (GOAL.com)

Persebaya Surabaya – Persija Jakarta (GOAL.com)

Penyelenggara Liga Primer Indonesia mengklaim 15 klub yang berlaga di Superliga Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia telah menyatakan ambil bagian dalam kompetisi sepakbola di Tanah Air ini.

Ke-15 klub tersebut turut mendeklarasikan berdirinya Liga Primer di kediaman pemilik Medco Grup Arifin Panigoro di Jakarta hari ini. Rencananya, Liga Primer akan digulirkan pada Oktober nanti.

15 Klub yang hadir dalam deklarasi itu adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persija Jakarta, PSMS Medan, Persipura Jayapura, Semen Padang, Persitara Jakarta Utara, PSPS Pekanbaru, PSS Sleman, Persijap Jepara, PSIS Semarang, Persema Malang, Deltras Sidoarjo, dan Persibo Bojonegoro.

Salah satu tim perumus Liga Primer, Arya Abisheka, mengatakan, kompetisi ini tidak dimaksudkan menjadi liga tandingan Superliga. Liga Primer digulirkan sebagai perbaikan dari kompetisi yang ada sekarang.

“Sebetulnya ada 20 klub yang akan ikut, tapi yang datang hanya 15 klub. Lima lainnya yang tidk datang sudah menghubungi untuk menyatakan kesiapannya mengikuti Liga Premier,” ujar Arya.

Ditambahkan, sistem kompetisi tidak akan jauh berbeda dengan Superliga. Perbedaan terletak pada kedudukan penyelenggara kompetisi yang sejajar dengan federasi sepakbola.

“Liga Primer ini sama seperti yang dilakukan Inggris pada 1992, Skotlandia tahun 1998, dan Italia pada tahun ini. Di negara-negara itu, federasi sepakbola juga dilibatkan,” jelas Arya.

Selain itu, mengingat Liga Primer dimiliki peserta, maka seluruh keuntungan yang didapat dari kompetisi ini akan dikembalikan kepada klub. Saat ini, kompetisi dimiliki PSSI, sehingga klub tidak mendapat keuntungan finansial.

Arya juga mengungkapkan optimistisnya Liga Primer akan bergulir pada Oktober nanti. Kompetisi ini akan digulirkan bila klub-klub itu sudah mempunyai badan hukum yang tetap.

“Jadi bukan badan hukum seperti sekarang yang menyebut profesional, tapi kenyataannya tidak, karena masih mengandalkan APBD [anggaran pendapatan belanja dan daerah],” ucap Arya.

Perihal ighoen
jadikan hidup lebih bermanfaat menuju akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: